part 6
Maaf memang sudah terucap. Kebaikan memang sudah terbukti. Namun, hasil apa yang telah ada. Ya, mungkin kali ini sang anak harus merelakan penghargaan tentang jerih payahnya. Tekanan batin tentang perjuangannya. Sang anak lupa, kau sudah berhadapan dengan siapa. Kau sudah berhadapan dengan macannya hutan. Baiklah, yang dilakukan Sang anak kali ini hanyalah berdamai. Bukan berdamai dengan Orang itu. Bukan berdamai dengan rekan, kawannya. Namun, berdamai dengan hatinya. Itu yang dia bisa lakukan. Bukankah setelah separuh hati kita hancur, masih ada separuh hati yang lain. Separah-parahnya hancur tentu masih ada sepotong hati yang masih apik, tak malfungsi. Biarkan sepotong hati yang baru ini mengembang, merekah, dan menjalankan fungsinya dengan baik. Dan jangan biarkan sepotong hati ini melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari. S.e.m.o.g.a...
sekian...
Komentar
Posting Komentar