Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

February

Gambar
Februari selalu menjadi awal semangat baru dan  awal kisah bagi pelajar tingkat lanjut yang sedang mengejar masa depannya di kampusnya Bathara Wijaya. Mereka dengan semangat baru berbondong-bondong kembali dari kampung halaman tuk mengadu nasib lagi di kota. Ataupun mereka sedang pusing  mempersiapkan setumpuk uang tuk barter ilmu di kampus biru. Biaya ilmu yang tak murah cukup membuat mereka terbayang-bayang akan bulan Februari tuk pinjam sana sini memenuhi kebutuhan ilmu yang cukup mahal ini. Ah, tapi inilah pengorbanan. Rasa haus ilmu ini harus dibayar dengan setumpuk rupiah yang entah darimana asalnya, asalkan halal. Berbeda dengan pelajar tingkat lanjut yang semangat tuk mengawali karirnya di bulan Februari, pelajar tingkat akhir malah takut akan datangnya bulan Februari ini. Bulan Februari seakan menjadi target wajib tuk mengakhiri semuanya. Bulan Februari harus menjadi akhir yang bahagia. Bulan Februari tak boleh lagi sama seperti tahun-tahun lalu. Itulah kata...

Dont be hopeless

Sebenarnya apa yang salah pada dirimu? Otak jernih kau punya Tekun pun kau slalu Sabar itu sudah pasti Doa? Selalu terucap di awal harimu Lantas.. apalagi? Itulah salahmu Kau kurang merunduk Kau terlalu menengadah ke atas Semua amalan dan kelebihanmu kau perhitungkan Kau juga terlalu melihat iri jalan sukses orang lain Sudahlah sayang, biarkan saja. Jangan salah fokus pada kehidupan orang. Jalani dan fokus pada kehidupan sendiri. Tak perlu iri akan sedikit usaha mereka. Ah, kita pun tak benar-benar tau seberapa besar usaha mereka, tak perlulah kau iri akan perjuangan mereka. Cukup fokus pada tujuan hidupmu sajalah. Berdoa akan cita-cita yang ingin tercapai, dan mengharap surga dari-Nya. Itu saja yang perlu kau lakukan, sayang. Tak perlu risau dan resah akan kesuksesan orang lain. ****** Mencoba berpikir “caranya.” Selalu berpikir “caranya?” Sesak berpikir “caranya!” Bisa, tapi bagaimana caranya? Mungkin. Tapi bagaimana mendapatkan caranya? “ kau...

Jumat Mubarok

Gambar
Di sudut ruangan ini, seringkali aku berada di sini. Menatap layar penuh kônsentrasi, atau hanya melihat jenuh isi hiburan yang ada. Sesekalipun tersenyum kangen melihat kenangan masalalu di layar itu. Ataupun terkadang jenuh, melihat ke kejauhan panorama gedung tinggi yang terbasuh hujan melalui bingkai kaca di sisi kiri ruangan ini. Ruangan ini pun seringkali jadi tempat berkumpul empat sahabat di akhir studinya. Tempat bersendagurau, diskusi, bernyanyi, ataupun berbincang terkait risalah hati. Tak jarang ruangan ini menjadi tongkrongan jenuh tuk menunggu hujan reda. Ada satu yang berbeda pada ruangan ini saat ini. Saat puncak jenuh akan tuntutan masa depan yang harus terselesaikan. Lantunan-lantunan indah dari wanita separuh baya itu menjernihkan pikiran yang kian keruh ini. Kehampaan akan kesunyian dan kesepian karna tertinggal oleh kepergian sahabat-sahabat tercinta. Suntikan energi kedamaian ini membuat tangan-tanganku bergerak lincah menyentuh keyboard mini el...

Risalah Cinta

Gambar
Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, dan sedih. Sama dengan kau suka makan gulai kepala ikan, suka mesin, ataupun suka hal lainnya. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting. Kita besarkan, dan terus menggumpal membesar. Coba saja kaucueki, kaulupakan, maka gumpal cinta itu juga cepat layu seperti kau bosan makan bakso depan rumah. Percayalah, jika dia memang cinta sejati kau, mau menyakitkan apapun, mau seberapa sulit liku yang harus kalian lalui, dia akan bersma kau kelak suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang. Ah, lagi2 ini teori. Bisakah kubertanya pada hujan Tentang apa arti cinta Bolehkah kubertanya pada angin Tentang apa arti dicintai Akankah kubertanya pada awan Tentang apa arti mencin...

Sajak tentang Hujan

Gambar
Hujan.. Bolehkah aku bertanya pada hujan? Tentang si pemilik hati ini Bolehkah aku bertanya pada tetes-tetes air yang jatuh..? Tentang siapa sejatinya pangeran yang menjemput kesendirianku menantimu berhenti Bolehkah aku bertanya pada genangan air? Tentang sosok yang dapat meruntuhkan es di hatiku Sosok yang mampu membuatku berdiri terpaku atas ketulusan yang terpancar dari alat indranya Bolehkah kubertanya pada awan kelabu? Tentang perbedaan antara modus dan tulus Angin yang bertiup.. haruskah kubertanya pada angin dingin yang berhembus? .. seperti apa masa depanku jika ku dengan dirinya atau yang lain? Hujan.. Haruskah kisahku dimulai dari sini? Gerimis... Haruskah kau menghapus jejaknya? Mentari.. Berikan penerangan dalam hatiku yg bimbang ini.

Si Penjahat Pers

Kawan, apakah kau tau? Sebenarnya yang paling kejam dari semua terdakwa adalah penjahat yg bernama Pers. Dia dengan lihai memutarbalikkan fakta. Dia seringkali menutup suatu fakta dengan membuka fakta lain. Dia memblow up besar-besaran suatu berita terkadang untuk menyembunyikan fakta lain yang "haram" diketahui publik. Dia menyebarluaskan suatu berita yang entah benar ataupun tidak secara persuasif, intens, detail yang tentu ada maksud timbal balik di dalamnya. Habis sudah jika ada berita kecil yang tercium oleh si Pers ini. Bisa-bisa berita kecil ini akan meluap ke permukaan karena ditambah bumbu-bumbu racikan ala-ala Pers. Namun sebaliknya, berita besar yang harusnya muncul di permukaan, dapat terkunci dengan rapat jika si Pers ini tak mencampurinya. Di tangan Pers, berita yang kecil bisa menjadi besar, dan berita besar bisa hilang seketika. Tapi jangan semata-mata mutlak menindak si Pers ini. Sebenarnya, dia tak ada untung apa pun menutup atau membesarkan su...

Semua ada masanya

Gambar
Anak-anak ingusan itu kini sudah dewasa.. Teringat ketika kita bermain petak umpet, berlarian di hamparan padi yang sudah menguning sepulang sekolah. Teringat ketika kita basah kuyup cebur-ceburan di sungai belakang rumah dan pulangnya dimarahi ayah. Teringat ketika kita ngegosip yang tak tau arah haluannya sembari menunggu angkot untuk pulang ke rumah. Teringat ketika kita semangat berteriak yel yel hingga suara habis hanya untuk memproklamirkan kekompakan kelas kita. Teringat ketika kita tak kunjung pulang walau gerbang sekolah sudah mau ditutup hanya karna untuk melirik-lirik mata dengan si idola. Teringat kita seru asyik bercerita episode drama asia dan tergila-gila akan si aktor. Kini,,  Melihat mereka semua sungguh tampil mengesankan. Berjas almamater universitas ternama kota besar dengan expert yang berbeda-beda dan tengah melaksanakan amazing final projectnya yang rata-rata ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di perantauan haus mendalami bidang il...