Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Saling Menunggu tapi Tak Saling Tau (3)

Gambar
Waktu terus bergulir. Hari berganti hari. Seorang gadis sedang menatap langit di balik jendela rumah. Ya Tuhan, sebenarnya apa hakikat kehidupan. Apakah tujuan hidup se simple itu yaitu masuk surga. Gaungan gelar sarjana, euforia wisuda, terasa baru kemarin dilakukan. Meski sudah dua tahun, tetap saja masih rindu akan kesibukan tugas-tugas kuliah. Tetap saja rindu akan alunan-alunan murotal pondok pesantren tempatnya tinggal saat merantau mencari ilmu di kota besar dulu. Ingin rasanya kembali ke masa dulu, di mana semua begitu sederhana. Tinggal menjalani apa yang diperintahkan oleh dosen dan menjalani rutinitas pondok. Saat ini, kita harus menentukan ingin jadi apa dan akan ke mana.   Undangan pernikahan tergenggam di tangan Gadis itu. Beberapa menit yang lalu, ibunya bertanya dengan agak sewot, "Undangan pernikahan dari siapa lagi?" Dan pertanyaan selanjutnya bisa diduga adalah, " Nduk kapan?" Selalu seperti itu tiap Gadis itu menerima undangan pernikahan...

Saling Menunggu tapi Tak Saling Tau (2)

Gambar
Canda tawa itu terus berlanjut, riang sekali kedengarannya. Sesekali pemuda itu melontarkan guyonan garing, melucu walaupun tak lucu namun disambut tawa oleh teman lainnya. Diapun ikut tertawa, riang sekali. Namun, dalam hati, sebenarnya dia tak terlalu larut dalam canda tawa itu. Sesekali pandangan mata si Pemuda tertangkap jauh ke depan lautan luas. Sungguh indah lautan kota ini. Tidak, bukan lautan itu yang jadi sorotan. Seorang gadis yang sedang duduk sendiri menatap lautan luas itulah yang sedikit mengalihkan perhatiannya. Jauh, jauh, di dalam hatnya, sesungguhnya  dia rindu tuk bertegur sapa dengannya. Rindu mendengar celotehan polos ala anak kecil darinya. Pemuda ini teramat rindu. Dalam hati dia brpikir, inilah saatnya. Gadis itu sedang sendirian. Inilah saatnya. Bukankah kau selalu menunggu kesempatan tuk berdua dengannya. Inilah saatnya. Sekedar duduk, ikut-ikutan memandang lautan karena bosan akan obrolan teman-teman tak masalah bukan. Inilah saatnya kau mengungkap s...

Saling Menunggu tapi Tak Saling Tau (1)

Gambar
Lautan luas dibingkis dengan ombak bergulung-gulung, angin sepoi-sepoi, dibubuhi nyiur melambai-lambai, diiringi dengan lantunan Chrisye yang berlirik Sabda Alam. Tenang, damai, penuh syukur pada Tuhan. Seorang gadis duduk melamun dan termenung atau mengucap memuji syukur takzim terhanyut suasana damai ini.  Jarang sekali mendapatkan suasana ini di kota padat penduduk, tempatnya tinggal dan menuntut ilmu. Suasana seperti inilah yang membuatnya betah berdiam sejenak tuk melepas penat akan peliknya masalah duniawi dan tuntutan masa depan. Duduk merenung di sini, memikirkan risalah kehidupan dan mencoba belajar tentang kata ikhlas dalam nasib hidup.  Dari kejauhan terdengar suara canda riang teman-temannya. Entah apa yang sedang dibicarakan teman-temannya, mungkin hanya sekedar melepas rindu karena sudah lama tak berkumpul seperti ini. Beberapa hari yang lalu, mereka masih disibukkan oleh aktivitas proyek masing-masing. Riang sekali mereka tertawa. Si gadis  hanya memi...