Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

The Grey of July

 Aku baru memejamkan mata. Samar-samar kurasakan getaran dari ponselku, pertanda pesan masuk. Kubaca pesan. Aku bangun terduduk. Tubuh yang awalnya lelah karena kurang tidur seketika bangun.  "Eyang telah tiada" Aku terduduk diam melamun, menjelajahi kenangan terakhir kali bertemu beliau. Aku termangu, menatap dinding kosong. Kenangan-kenangan masa kecil tentang beliau pun tergambar. Aku melamun lama. Kubergegas mandi pagi, ambil air wudhu, dan menunaikan sholat Dhuha serta berdoa untuk mengantar kepergian beliau, sambil mengucap Yasin.  Malam berganti malam. Kirim doa serta tahlil memenuhi tujuh malam selepas kepergian Eyang. Ungkapan duka masih menyelimuti rumah Eyang. Begitu pula di rumah kami, rumah saudara-saudari kami, kamar perantauan cucu-cucunya masih sayup-sayup terdengar Yasin selama tujuh hari berturut-turut. Setelah tujuh hari, kami mencoba untuk selesai berlarut dengan kesedihan, menerima kepergian dengan ikhlas. Aku pun kembali menjadi pelayan virtual yang ...

Overthinking Jaman Now

Overthingking model apa ini, Tuhan? Lu pernah gak ngerasa iba pas liat orang yang uda tua? Orang yang uda tua, tanpa sanak sodara, tanpa tabungan, itu bakalan hidup kyk gmn.. Lu pernah ga si mikirin hal itu? Apa gue yang terlalu overthinking ni malem2? Atau karna efek gue sedang memikirkan desa kampung halaman,,, di mana itu kondisi relate banget tuh Entahlah..  Gue akhir-akhir ini,,, eh sorri.. bukan akhir-akhir ini.. tapi belakangan ini.. eh sama aje miskah..  Yaaa.. dua tiga tahun terakhir ini lah..  Gua jadi mikir..  Manusia memang enak hidup untuk masa yang panjang. Tapi kalau hidup terlalu panjang, itu akan jadi lebih meresahkan ga si? Jadi menambah beban ga si? Katakanlah lu hidup sampai umur 90. Di mana itu lu uda ga bisa ngapa2in, tinggal berbaring doang. Semua-mua nya dibantu orang lain. itu lebih berat nggak si? Atau lu diberi kesempatan hidup panjang, tapi lu gak prepare untuk finansial. Itu lebih sengsara ga si? sedangkan batas orang produktif hanyalah s...

Waktu yang Tepat

 “PPKM Darurat resmi diadakan mulai hari ini hingga 2 minggu ke depan”, ucap Presiden di istana kepresidenan. Semua kamera dengan mode flash on menuju ke arahnya. Seketika semua berita di media sosial meliput hal yang sama. PPKM darurat menjadi cuitan paling trending , topik yang paling hangat di semua konten media sosial. Aku melihat berita dengan tatapan malas, no response  dan tentunya berpikir sama seperti masyarakat luas pikirkan. Ah, paling juga sama saja. Di semua aturan yang tertulis selalu ada pengecualian-pengecualian untuk pihak-pihak tertentu. Kututup layar kaca yang menyiarkan berita terkini pagi ini dan melanjutkan kembali merebahkan diri untuk tidur.               Aku sebenarnya sudah tidak peduli. Sudah berkurang rasa takutku. Jujur aku termasuk orang yang diuntungkan pada saat pandemi. Namun kabar pagi ini   (tentunya bukan kabar darurat negara yang aku lihat di berita tadi), mendorongk...