Si Penjahat Pers

Kawan, apakah kau tau? Sebenarnya yang paling kejam dari semua terdakwa adalah penjahat yg bernama Pers. Dia dengan lihai memutarbalikkan fakta. Dia seringkali menutup suatu fakta dengan membuka fakta lain. Dia memblow up besar-besaran suatu berita terkadang untuk menyembunyikan fakta lain yang "haram" diketahui publik. Dia menyebarluaskan suatu berita yang entah benar ataupun tidak secara persuasif, intens, detail yang tentu ada maksud timbal balik di dalamnya. Habis sudah jika ada berita kecil yang tercium oleh si Pers ini. Bisa-bisa berita kecil ini akan meluap ke permukaan karena ditambah bumbu-bumbu racikan ala-ala Pers. Namun sebaliknya, berita besar yang harusnya muncul di permukaan, dapat terkunci dengan rapat jika si Pers ini tak mencampurinya. Di tangan Pers, berita yang kecil bisa menjadi besar, dan berita besar bisa hilang seketika. Tapi jangan semata-mata mutlak menindak si Pers ini. Sebenarnya, dia tak ada untung apa pun menutup atau membesarkan suatu berita. Hal yang lebih diuntungkan adalah si pelaku berita. Namun, mengapa pers tetap melakukannya? Jangan lupa kawan, ini negara kapitalis. Di mana pemilik modal yang berkuasa. Maka, hati-hatilah jika si pemilik modal ini sudah turun tangan pada Pers. Dia akan membuat suatu kabar yang menguntungkan dirinya. Entah bagaimanapun caranya, melalui kalimat-kalimat persuasif, intens, dan penuh bukti yang dicari-cari dan teracik oleh Pers, dia meyakinkan dunia bahwa suatu kabar itu benar adanya. Sungguh, akan sangat merugi bila kita telah terninabobokkan oleh rayuan Pers ini. Namun, perlu diingat. Jika kita ingin memegang kendali dunia, maka raihlah tangan Pers. Paksa dia memblow up kabar menakjubkan yang menarik ditonton oleh jutaan manusia. Sebenarnya, penghakiman publik itu jauh lebih menyiksa daripada penghakiman secara pribadi di pengadilan. Ah, si Pers ini benar-benar penjahat ulung.

Oleh karena itu, jadilah pers yang idealis. Yang membeberkan suatu berita sesuai dengan fakta tanpa ada bumbu apapun dan tanpa tujuan tertentu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

part 3

Guys, do you read it?

part 5