Ending Storynya....

Hasil gambar untuk heart photography

Hati manusia tidak ada yang tau
Hati manusia sungguh sulit ditebak
Hati manusia sangat mudah terbolak balik
Awalnya seperti yakin, kini menjadi ragu
Awalnya seperti suka kini menjadi hambar
Awalnya tidak mungkin, kini menjadi mungkin
Awalnya adalah sebuah masalah besar, kini menjadi tidak masalah
Awalnya adalah teman, kini?

Berawal dari sebuah kisah….
Ini tentang kisah saling menunggu tapi tak saling tau (klik this) Ini kisah antara gadis, pemuda, dan seorang sahabat.
 Si Gadis terus menerus menanti, menunggu ada respon baik dari pemuda itu. Respon secuil perhatian yang membuktikan kata-kata manis sekaligus ngerinya selama ini. Kata-kata yang entah dari hatinya yang terdalam atau sekedar untuk melepas penat berbasa-basi cari-cari teman ngobrol. Setidaknya, walau lelah menunggu, si Gadis berpositif thinking bahwa si Pemuda itu sedang sibuk hingga terkadang mengacuhkannya atau menjawab dengan singkat padat dan tidak jelas. Ya, si Gadis tau betul bahwa pekerjaan pemuda itu sangat kian menumpuk dan terdeadline dalam waktu yang mepet. Setidaknya begitulah pemikiran si Gadis itu untuk menenangkan hatinya.

Pemuda itu memang sudah teramat jarang menghubungi gadis itu. Entah kata-kata tulisannya itu murni atau hanya bualan semata. Yang teramat jelas adalah pemuda itu tidak mengerti apapun tentang gadis itu, dan tidak berusaha untuk mengerti. Jauh dalam hati yang terdalam, gadis itu mencari sosok yang bisa mengerti dirinya, sosok yang layaknya seperti keluarga yang dapat memahaminya dan berbagi ilmu, candatawa, ataupun kegilaan layaknya teman sebaya. Sedangkan pemuda itu? Dia hanya bisa melontarkan kata-kata ngeri (baca:manis). Bahkan bulan ulang tahun gadis itu yang selalu diketahui banyak orang sekalipun baru kenal, pun dia tak tau. Terkesan acuh memang, tapi Gadis itu beranggapan bahwa mungkin pemuda itu kurang banyak berinteraksi dengan banyak orang sehingga tak tau bagaimana bersikap dengan baik dan menyenangkan. Lagi-lagi si Gadis berpositif thinking tuk menghibur hati. Tetapi, rasa positif thinking itu tak bisa benar-benar kokoh. Lama-lama rasa penantian ini pudar dan jenuh (you can read thisnext story with pemuda)

 Pada titik saturasi ini, Gadis itu terhibur sementara oleh candaan teman-temannya. Gadis itu terlupa akan keacuhan pemuda itu karna petualang alam bersama teman-teman sepermainannya. Entah sadar atau tidak, Gadis itu mulai nyaman dengan sahabat-sahabatnya. Pada suatu kala seorang sahabat memberikan hadiah dengan bungkusan yang rapi dengan dalih kado atas hari lahirnya. Awalnya si Gadis ini bingung. Awalnya pula si Gadis ini enggan tuk mencari makna hadiah itu. Si gadis takut akan ada rasa dalam persahabatan mereka.

Sahabat itu semakin dekat dengan si Gadis. Terlebih lagi, adanya ajakan, hasutan, dukungan dari sahabat-sahabatnya. Ah, tidak. Sahabat itu memang dari dulu sudah dekat. Mereka seringkali bertukar pikiran, bercanda gila, atau menggosip bersama. Layaknya sahabat, mereka tau satu sama lain. Mulai dari sifat, kegemaran, hal yang tidak disuka, hingga kelemahan. Entahlah, sejak kapan obrolan-obrolan biasa ini, panggilan-panggilan biasa ini berubah menjadi panggilan yang terkesan agak tak biasa jika untuk sekedar seorang sahabat. Entahah, sejak kapan rasa takut dan tidak enak ini menjadi sangat nyaman. Dan lagi-lagi entahlah, sejak kapan si Gadis mulai tak menunggu dan tak menanti ataupun masa bodo atas ketakmunculan si Pemuda.

Ya, sahabat itu benar-benar merubah segalanya. Mengubah suatu prinsip penilaian dari kesempurnaan seseorang . dan sahabat itu benar-benar seperti seorang sahabat. Dia selalu ada di saat kita butuh. Dia selalu muncul di saat kita ingin. Dan dia tak pernah membiarkan kita menanti tak jelas tanpa kepastian. Dia pula tak menuntut apapun dari kita. Itulah namanya sahabat. Dia juga tak pernah berkata-kata manis sekaligus ngeri yang membuat wanita terkadang terbuai oleh kata-kata semata tanpa ada tindakan yang kongkret. Itulah sahabat. Dia ingat, peduli dan belajar memahami temannya. Hingga akhirnya sahabat memilih mundur atau berpikir ribuan kali tuk menunjukkan atau mengungkapkan perasaannya guna menjaga kenyamanan hubungan selama ini. Lebih-lebih sahabat itu tidak ingin membuat si Gadis tak nyaman.

Ah, siapa yang tak lapuk bersama sahabat satu ini. Bahkan hati gadis yang dingin dan keras pun, serta yang sudah bersikukuh memilih pemuda sudah lapuk dan runtuh, bahkan sekarang sudah berpindah haluan. Ya, tanpa disadari oleh sahabat, gadis itu sudah berpindah haluan. Gadis itu sudah mengubah ketidakmungkinan menjadi mungkin. Namun, gadis itu pun tak yakin apakah hubungan mereka akan berlanjut. Ya. Hal itu pula yang membuat sahabat tak kunjung melanjutkan hubungan kedekatan mereka. Dia tau. Permasalahan yang sebenarnya adalah bukan karena ketidaknyamanan hubungan mereka. Namun, karena tidak ada masa depan dalam hubungan mereka. Sama-sama keras kepala ingin melanjutkan cita-cita ke tempat yang diinginkan adalah hal yang tak mungkin untuk melanjutkan sebuah hubungan. Sahabat dan gadis sama-sama berpikir, seperti ini saja dulu, hingga kita tau nasib akan berjalan kemana. Hingga kita tau, aliran perasaan itu akan semakin menguat atau pupus di tengah perjalanan. Sebelum itu, lebih baik bersahabat saja dulu. Tak perlu ada pengungkapan ataupun penanyakan sebuah status (Dec 18th 2015).

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Tak ada kejelasan sebuah status membuat sahabat dan gadis merenung dan berpikir. Ditambah lagi sudah tiba saatnya mencari cita-cita. Cita-cita yang harus diraih demi kebahagiaan orang-orang terkasih. Cita-cita yang tak tergantikan oleh apapun, walaupun harus menghunjam rasa itu. Walau harus melepas perasaan yang dimulai pun belum sehingga belum tau tersakiti atau bukan. Ya. Itulah keputusan sahabat. Sahabat memilih menjauh. Dalam hal alasan, sebenarnya sahabat lebih ke arah takut. Sahabat takut akan kebahagiaan si gadis. Semakin rasa ini dibiarkan, semakin pula tak jelas arah tujuannya. Takut di kemudian hari muncul kekecewaan-kekecewaan imbas dari aktivitas masa lampau. Selain itu, tak bisa pula hubungan tak jelas ini dilanjutkan. Sama-sama keras akan cita-cita masing-masing (2016).

read the next story in Si Gadis Bodoh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

part 3

Guys, do you read it?

part 5