Akhir kisah dengan Pemuda


Ini masih kisah antara gadis, pemuda, dan sahabat (story about>> Saling menunggu tapi tak saling tau
Empat tahun sudah berlalu, sejak mereka berkenalan satu sama lain.
Di sudut kamar, terlihat seorang gadis sedang melihat layar ponsel dengan tatapan datar. Oh, undangan dari dia, gumamnya sambil tersenyum simpul. Perasaan bahagia melihat undangan pernikahan dari pemuda gila yang dulu pernah mengejarnya. Akhirnya  dia bahagia menemukan orang yang pantas untuk mendampinginya, pikirnya lega. Akhirnya pemuda itu tidak lagi mengusiknya, dan menunggunya. Tapi dalam hati ini gadis ini pun bertanya, kapan dia akan menjalani jenjang yang sama seperti pemuda itu? Dan nama siapakah yang akan tertulis di kertas invitation pada jenjang itu?
Sekilas terbersit nama sahabat. sepintas tergambar wajah sahabat. Si gadis pun tersenyum simpul. Tapi kali ini senyumnya lebih simpul sambil mata menatap menerawang. Dia tau. Dia sadar. Itu hanyalah angan belaka. Sahabat sudah pergi. Tak adalagi sahabat tempat tuk berbagi carita seperti pada masa mereka di bangku kuliah. Sahabat memilih tuk pergi. Ya, itulah pilihan. Si gadis harus menolerir pilihan itu. Si gadis hanya bisa menerawang sendu. Tersenyum simpul, dan menghela napas panjang. Sudah tak ada lagi tangisan. Sudah tak ada lagi tuntutan. Sudah tak ada pula harapan. Yang ada hanyalah tatapan menerawang jauh menatap masa depan. Bertanya akan dengan siapa, kapan, mau kemana, dan untuk apa. Ah itu adalah pertanyaan tersulit dalam hidup orang dewasa.
Rindu pastinya, tapi ikhlas itu harus. Itulah yang harus ditanamkan di hati si gadis saat dia rindu. Alhasil, bukan air mata lagi yang dikeluarkan, melainkan senyum simpul dan helaan napas panjang. Inilah hidup. Hidup itu tidak selalu manis, tidak selalu senang, tidak selalu puas. Ah, si gadis rupanya sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi yang merengek minta makan di kandang sapi. Si gadis hanya bisa berdoa, semoga  bisa bahagia. Itu saja. Cukup itu saja, tidak lebih.

Sekian.
Dengan ini kisah gadis dan pemuda telah berakhir. Bagaimana dengan kelanjutan dengan sahabat? Ah, mari kita lihat 365 hari lagi.
(klik this : ending story w/ sahabat)

April – 2018 at 12 am

<< klik previous story


Komentar

Postingan populer dari blog ini

part 3

Guys, do you read it?

part 5