Not Perfect

            Telah kian lamanya, bermacam-macam kehidupan tlah kulalui. Ibarat budhisme, kini aku telah menjalani ratusan reinkarnasi dan telah lulus untuk menjadi dewi. Ternyata Angel Princeku yang dulu tak sebaik yang kukira. Ya, aku telah melihat sosok angel yang sebenarnya. Dia tak sesempurna yang kukira. Kebaikan hatinya tidak lebih baik dari seorang manusia biasa. Paras rupanya banyak yang menandingi. Kecerdasannya tidak lebih dariku. Sosok angel sebenarnya mirip dengan manusia. Hanya yang membedakan, aura ke-angel-an mereka yang memesona. Sedangkan manusia tidak memiliki aura seperti itu. Di samping itu, angel memiliki seorang peri fortuna di genggaman tangan mereka. Hal ini menyebabkan seorang angel bisa hidup abadi sedangkan manusia tidak.
            Begitulah kehidupan para angel. Sama seperti manusia, sifat angel tidak pernah puas. Setelah menjadi angel, mereka bersaing untuk menjadi dewa/dewi sesuai bidang mereka.
            Tapi, itu semua tak memupuskan harapanku tuk menjadi angel. Kini aku tengah menjalani labirin kehidupan yang semaikn rumit. Di awal tadi aku hanya mengatakan “ibarat”, aku belum menjadi angel ataupun dewi. Aku masih seorang manusia biasa. Lalu bagaimana aku tahu kehidupan angel? Jawabnya adalah aku menemukan buku harian seorang angel yang terjatuh di bumi. Aku tak tahu mengapa buku itu jatuh di hadapanku. Mungkin, Tuhan mencoba memberiku sebuah kebenaran bahwa Angel Life is not perfect like I imagined.

~simpansia euy~ 

The Previous: Prologue, Angel Life

The Next:  Forget It! , Decision...Epilogue 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

part 3

Guys, do you read it?

part 5