C.I.N.T.A .
Cinta seringkali jadi alasan seseorang untuk merubah diri. Rela menghabiskan waktu di salon, rela membeli baju mahal trendy yang girly atau boyly, rela nguras tabungan hanya untuk menyenangkan si dia, dan masih banyak lagi. Semua dilakukan untuk menyenangkan, menarik hati si pacar. Ya, semua memang tergantung pacar.
Ada pacar yang suka ngedugem bilang gini ke pacarnya, "Sayang, besok kalo ke cafe pake baju yang agak pendekan dikit yah biar keliatan seksi gitu.."
Pacar yang slalu ngikutin mode, stylis, bilang, "Sayang, kamu kalo jalan sama aku yang modis ea. Misalnya ya sekarang kan lagi trend jeans pensil, kamu ikutan pake it dong sayang.."
Pacar yang suka cewek feminim dan anggun bilang, "Sayang, kamu kalo pake rok keliatan cantik deh"
Pacar yang suka ke masjid bilang, "Sayang, kamu kalo pake kerudung cantik banget deh. Bajunya dilonggarin dong supaya auratnya gak keliatan."
Banyak sekali tipe pacar di dunia ini dengan permintaan yang terkesan sedikit menuntut pacarnya. Tapi mereka tidak merasa bila itu adalah sebuah tuntutan. Mereka bilang bahwa itu semua untuk kebaikan pacarnya. Nah, sang pacar yang disuruh-suruh seperti itu dengan polos, percayanya, atau sangking cintanya rela mengubah dirinya hanya demi sang pacar. Ya alasannya karena cinta. Fenomena menarik terlihat pada wanita yang sering berganti pacar dengan kepribadian yang berbeda. Maka kita akan melihat banyak perubahan pada dirinya. Ketika pacaran dengan takmir masjid dia berkerudung dan berpakaian lĂ´nggar tidak ketat. Kemudian dia putus dan ganti pacar anak pejabat yang menuntut penampilan adalah segala-galanya. Maka, si wanita merubah dirinya dengan gaya sok selebriti. Higheels menancap di kaki, celana pensil, blouse indah semampai di badannya. Kemudian berganti pacar lagi. Pacarnya kali ini suka hang out di kafe. Maka si wanita akan berpakaian rok mini dengan tank top terbalut di badannya. Dia si fine-fine aja merubah penampilan sekehendak hatinya, namun bagaimana pendapat orang mengenai dirinya? Apakah cinta mempengaruhi segalanya.?
Love is blind.
Mungkin itulah jawabannya. Love mampu mengubah segalanya.
Sebuta itukah cinta? Hingga mampu mengubah penampilan diri sampai identitas diri. Perubahan itu boleh, namun bagaimana bila perubahan itu bertentangan dengan hukum agama yang selama ini kita yakini? Apakah cinta demi seorang pacar mengalahkan iman kita? Hebat sekali kehendak si pacar menang dari hukum yang dibuat oleh Tuhan.
Hidup itu harus punya prinsip dan tujuan. Masih ingat apa yang sering dibahas pada talkshow remaja? Pencarian jati diri, itu topik hangat pada remaja. Namun rupanya bukan hanya remaja saja yang butuh. Dewasa, orang tua juga butuh, apalagi orang yang jatuh cinta. Kenali jati diri sesuai dengan agama yang kita yakini. Apabila pacar lelaki meminta perubahan diri, kenapa si wanita tidak menjawab dengan tegas, " this is me. Cintai aku apa adanya. " Begitu pula sebaliknya.
Bila si pacar meminta putus, ya sudah putuskan saja. Buat apa mengemis cinta pada orang yang tidak tulus mencintai kita. Tidak perlu bersedih. Justru harus bersyukur karena diberitahu oleh Tuhan, bahwa si pacar tidak benar-benar tulus mencintai kita.
Love is beautiful but love can be blinded. So, be carefull.
Just be yourself. Live must go on.

Komentar
Posting Komentar