Aplikasi Solar Sel
A.
Mobil Tenaga
Surya
Mobil
bertenaga surya berfungsi seperti mobil listrik. Namun, pada mobil surya
menggunakan tenaga matahari. Mobil ini mengambil listrik melalui panel surya
yang melekat pada permukaan mobil. Mobil tenaga
surya atau tenaga matahari adalah
jenis kendaraan listrik yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber
energinya. Energi dari sinar matahari diambil melalui panel sell surya selanjutnya
dikonversi menjadi energi listrik sebagai
penggerak motor listrik yang tugasnya memutar roda mobil. Supaya efektif
menyuplai tenaga dengan stabil maka mobil ini harus diberi penyimpan energi
yang pada umumnya memakai baterai. Mobil
ini juga dilengkapi dengan alat kontrol pengatur
kecepatan sehingga
dapat melaju sesuai dengan kecepatan sesuai dengan kecepatan yang dirancang. Di Indonesia mobil
surya ini pernah dikembangkan
oleh mahasiswa ITS Surabaya.
Kebanyakan mobil bertenaga surya
tidak dijadikan transportasi utama karena kekurangan daya. mobil surya tidak dapat menyimpan daya
listrik yang cukup untuk membuat mobil menempuh jarak yang relatif lama
jika tidak terkena sinar matahari langsung. Hal ini dapat diatasi dengan adanya
pengisi baterai mobil surya. Pengisian baterai dapat dilakukan ketika mobil
dalam penyimpanan ataupun tidak digunakan.
Selain itu, mobil
ini hanya bisa berfungsi maksimal pada saat musim kemarau karena banyak energi matahari
yang dapat disimpan. Namun,
jika musim penghujan tidak ada sumber energi. Oleh karena itu, pada pengembangannya mobil surya ini dapat
memanfaatkan energy alternatif
dari putaran roda mobil. Putaran roda sebenarnya menghasilkan energi. Sama
seperti lampu sepeda yang memanfaatkan putaran roda untuk menyalakan lampu
sepeda. Konsep ini dikembangkan di mobil. Nantinya, energi dari putaran roda
akan disimpan dalam baterai.Kemudian, energi dari baterai itu akan dikeluarkan
lagi yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan roda. Dengan begitu, putaran
roda tidak hanya mengandalkan tenaga yang didapat dari energi matahari, tapi
juga dari putaran roda. “Dengan begitu, mobil akan tetap dapat berjalan di
segala musim. Tapi untuk yang konsep tenaga penggerak roda masih dalam proses pengembangan.
B.
Pemanas Air
Tenaga Surya
Pemanas air tenaga surya ini
digolongkan menjadi dua jenis, yaitu pemanas air tenaga surya pasif dan aktif.
1. Pemanas
air tenaga surya pasif
Pemanas air tenaga surya pasif
merupakan alat yang hanya murni mengandalkan panas matahari sepenuhnya. Pemanas
air tenaga surya jenis pasif tidak menggunakan bantuan listrik sama sekali. Komponen
pendukung dari alat ini terdiri atas dua bagian, yaitu panel kolektor dan
tangki penyimpan yang saling terhubung dengan dua pipa. Pada panel kolektor
yang ditutup oleh kaca, didalamnya terdapat serangkaian pipa tembaga sebagai
jalannya air dengan sirip-sirip yang berguna sebagai penyerap panas. Tangki
penyimpanan bertugas untuk menyimpan air setelah dipanaskan agar panasnya
bertahan lama.
Cara kerja alat ini adalah
memanfaatkan energi matahari. Pada saat matahari bersinar, panel kolektor
menangkap sinar matahari dan secara mekanis mengalirkan panas dari sirip-sirip
penyerap panas ke pipa-pipa tembaga yang berisi air, sehingga suhu air di
dalamnya perlahan meningkat. Air yang lebih panas akan bergerak ke atas
memasuki tangki penyimpan dan air yang lebih dingin akan turun memasuki
rangkaian pipa tembaga untuk dipanaskan. Sehingga pada proses ini tidak
diperlukan pompa yang digerakkan dengan bantuan listrik. Air sudah dapat
bergerak sendirinya sesuai dengan prinsip konveksi. Air bergerak sendiri sampai
seluruh air dalam tangki penyimpan mencapai suhu yang diinginkan. Ketika suhu
air panas di tangki penyimpan sama dengan suhu air panas di panel keloketor,
dengan sendirinya air berhenti mengalir. Begitu seterusnya air akan
bersirkulasi untuk dipanaskan ketika ada sinar matahari.
Alat ini biasanya dipasang diatap rumah dengan posisi miring mengikuti atap dengan posisi tangki berada diatas untuk mendapatkan panas matahari yang maksimal.
Pemanas air tenaga surya pasif disebut juga denga thermosipon yaitu karena memanfaatkan prinsip alamiah dari air yang dipanaskan. Thermosipon ini lebih cocok untuk kebutuhan skala kecil dan biasanya digunakan di rumah-rumah, karena energinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air panas yang besar.
2. Pemanas
air tenaga surya aktif
Prinsip kerja pemanas air tenaga
surya aktif ini sebenarnya sama dengan jenis pemanas air tenaga surya
pasif. Hanya pada pemanas ini menggunakan pompa dan sistem kontrol yang menggunakan tenaga listrik. Selain itu
pemanas jenis aktif ini dilengkapi dengan emergency back-up. Jika sedikit
sekali panas matahari misalnya pada musim penghujan, maka pemanas air akan diambil
alih oleh heater listrik ataupun gas. Sementara letak panel/kolektor panas pada
pemanas air tenaga surya aktif bisa diletakkan di tempat terpisah. Kapasitas
tangki penampung air yang dipergunakan jauh lebih besar. Dengan begitu maka pemanas
air tenaga surya aktif cocok untuk memenuhi kebutuhan skala besar seperti
Hotel,Rumah sakit dll.
C.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Pembangkit listrik panas matahari menggunakan sinar matahari untuk
memanaskan cairan pada temperatur yang sangat tinggi. Cairan ini kemudian
disirkulasikan melalui pipa sehingga dapat mentransfer panas ke air untuk
menghasilkan uap. Uap diubah menjadi energi mekanik pada turbin dan dikonversi
menjadi listrik oleh generator konvensional yang disambunkan ke turbin. Teknologi
panas matahari menggunakan sistem konsentrator untuk mencapai suhu tinggi yang
diperlukan untuk memanaskan fluida.
Tiga jenis utama dari sistem tenaga panas matahari adalah:
- Parabolik (jenis yang paling umum)
- Piringan surya
- Menara Tenaga surya
Jenis-jenis Pembangkit Listrik Panas Matahari
1. Parabolik
Parabolik digunakan di fasilitas listrik tenaga surya terbesar di dunia yang terletak di Gurun Mojave di Kramer Junction, California. Fasilitas ini telah beroperasi sejak tahun 1980 dan menyumbang sebagian besar listrik yang dihasilkan oleh sektor tenaga listrik surya saat ini.
Sebuah kolektor parabola memiliki reflektor parabola berbentuk panjang yang
memfokuskan sinar matahari pada pipa receiver yang terletak pada fokus
parabola. Kolektor akan mengarah miring ke arah matahari mengikuti gerakan
matahari dari timur ke barat di sepanjang hari untuk memastikan bahwa matahari
secara terus-menerus terfokus pada receiver. Karena bentuk parabolanya,
perangkat ini bisa terfokus ke matahari hingga mencapai 30 sampai 100 kali
intensitas normal (rasio konsentrasi) pada pipa receiver yang terletak di
sepanjang garis pusat dari lengkungan, mencapai suhu operasi lebih dari 750 °
F.
"Bidang surya"
memiliki baris paralel kolektor panas surya parabola yang
selaras pada sumbu horisontal utara-selatan. Cairan pemindah panas dipanaskan
ketika bersirkulasi melalui pipa receiver dan menuju ke serangkaian
"penukar panas" di lokasi pusat. Di sini, cairan bersirkulasi melalui
pipa sehingga dapat mentransfer panas ke air untuk menghasilkan tekanan tinggi,
uap super panas. Uap ini kemudian dialirkan ke turbin uap konvensional dan
generator untuk menghasilkan listrik. Ketika cairan panas melewati penukar
panas, ia menjadi dingin, dan kemudian diresirkulasi melalui bidang surya untuk
dipanaskan lagi.
Pembangkit ini biasanya
dirancang untuk beroperasi sepenuhnya menggunakan energi matahari saja,
mengingat energi surya yang cukup memadai. Namun, semua pembangkit parabola
dapat menggunakan energi dari pembakaran bahan bakar fosil untuk melengkapi
output energi surya selama periode dimana matahari bersinar redup, seperti pada
saat hari berawan.
2. Piring Surya
Sebuah sistem piring/mesin
surya menggunakan kolektor surya yang bisa melacak arah matahari, sehingga
mereka selalu mengarah lurus ke matahari dan memusatkan energi surya pada titik
fokus piring. Rasio konsentrasi Sebuah piring surya jauh lebih tinggi dari
parabolik surya, biasanya lebih dari 2.000, dengan suhu fluida mencapai 1380 °
F. Sistem piring/mesin surya mengkonversi panas menjadi tenaga mekanik dengan
mengkompresi fluida ketika cuaca dingin, dan dengan memanaskan cairan yang
terkompresi tadi, cairan akan menggerakkan turbin atau dengan piston
menghasilkan kerja. Mesin ini digabungkan ke generator listrik untuk mengubah
tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.
Sebuah menara tenaga
surya, atau receiver pusat, menghasilkan listrik dari sinar matahari dengan
memfokuskan energi surya yang terkonsentrasi pada menara penukar panas
(penerima). Sistem ini menggunakan ratusan hingga ribu cermin matahari yang
disebut heliostats untuk mencerminkan dan mengkonsentrasikan energi
matahari ke sebuah menara receiver pusat.
Energi yang terkonsentrasi dapat mencapai 1.500 kali energi
yang datang dari matahari. Energi yang hilang saat transportasi diminimalkan
karena energi surya langsung ditransfer dari heliostats ke receiver
tunggal, tidak dipindahkan melalui media transfer ke satu lokasi sentral,
seperti pada teknik parabola. Menara pembangkit listrik harus besar agar
menguntungkan secara ekonomis. Teknik ini adalah teknologi yang menjanjikan
untuk pembangkit listrik skala besar. Menara surya berada dalam tahap awal
pengembangan dibandingkan dengan teknologi parabola.
Kekurangan Sistem
Listrik Tenaga Surya:
Meskipun
listrik tenaga surya merupakan sumber energi yang bersih, sel surya yang
dibuang tidak ramah lingkungan. Sebagian
besar sel surya yang digunakan untuk membuat sistem tenaga listrik untuk rumah
mengandung zat yang sangat beracun yang dikenal sebagai kadmium, yang dapat
menyebabkan kerusakan lingkungan serius jika tidak dibuang dengan benar. Namun,
energi surya adalah teknologi yang maju pesat, sehingga wajar bahwa kita
berpikiran bahwa isu pencemaran kadmium ini akan teratasi. Masalah lain yang terdapat
pada tenaga surya adalah pasokan sinar matahari. Banyak tempat yang memiliki
cahaya yang cukup untuk mengoperasikan sistem listrik tenaga surya, tetapi ada
daerah di ujung utara dan selatan bumi yang mengalami kegelapan hingga sebulan
dalam setahun.
Optimalisasi Solar Cell
Posisi kendaraan bermotor yang
berubah-ubah menyebabkan intensitas cahaya matahari yang diperoleh pun
berubah-ubah pula. Oleh karena itu dibutuhkan solar tracker yang dapat
mendeteksi intensitas cahaya matahari terbesar sehingga akan didapatkan energi
matahari yang maksimal. Dengan penambahan solar tracker ini maka efisiensi
energi yang diperoleh akan naik sekitar 30-40%. Membuat suatu alat penelusur
intensitas cahaya matahari untuk kemudian menggerakkan solar cell dan
mengarahkannya tegak lurus pada intensitas cahaya matahari terbesar. Sehingga
solar cell dapat mengubah energi cahaya ke energi listrik dengan efisien dan
optimal. LDR berfungsi sebagai sensor cahaya. Output dari LDR ini akan diproses
oleh ATMega 8535 untuk kemudian dimasukkan ke motor stepper. Kemudian stepper
ini akan menggerakkan solar cell ke arah yang intensitas mataharinya terbesar.
Solar cell ini akan mengubah energi cahaya ke energi listrik untuk kemudian
menyalakan AC, MP3 player, dan alat elektronik lain di mobil, juga mengisi aki.
Hasil yang diharapkan pada proyek ini adalah prototype dari solar tracker pada
penjelasan di atas. Pada prototype ini digunakan LED sebagai analogi dari AC,
MP3 player, dan alat elektronik lainnya pada mobil. Bila LED telah menyala
dengan intensitas nyala sesuai yang diharapkan maka prototype solar tracker
yang dibuat telah berhasil menemukan intensitas cahaya matahari terbesar dan
solar cell-nya telah dapat mengkonversinya menjadi tenaga listrik.
*) please credit this blog if you want to copy this......

makasih gan tapi kok nggak ada rangkaiannya ya
BalasHapusevanuramini.blogspot.com