Rumahku, Istanaku

Katasiapa bersama keluarga itu membosankan? Tidak.
Katasiapa bersama keluarga lebih mengasyikkan dari bersama teman? Tidak
Semua tergantung masa
Semua ada masanya
Dulu,
Saat usia menginjak age-teen maka masa bersama teman lah yang paling indah. Masa-masa di rumah sangatlah membosankan. Masa dengan keluarga ngebetein dan rese banget. Intinya keluarga dan qta slalu berbeda arah pikiran. Sebaliknya, ngobrol dengan teman, berhahahihi kemana-mana sangatlah menyenangkan
Kemudian peralihan masa teen ke kepala 2. Atau masa kepala 2 muda. Itu adalah masa biasa. Semua sama. Masa dengan teman dan keluarga sama-sama menyenangkan dan sama-sama membosankan. Masa dimana mulai mencari dan menentukan prinsip hidup dan tak tergoyahkan dari apapun
Masa kepala dua. Masa yang lebih menghargai arti sebuah keluarga. Mungkin karna tau tidak ada tempat berlindung selain keluarga. Hanya keluarga yang bisa menerima qta apa adanya. Hanya keluarga yang mau membantu qta tanpa harapan imbalan sepersen pun. Mungkin kini terasa karna qta menyadari bahwa secepat mungkin, suatu saat nanti kita harus meninggalkan keluarga yang hangat ini. Ntah karna urusan membina keluarga ataupun ingin mencari peruntukan di kota yg lebih besar ataupun di negeri orang, semua pasti merindukan keluarga ini. Umur kepala dua adalah masa dimana qta menentukan masa depan, dimana qta mulai berpikir dewasa, dimana qta lebih menghargai dan merasakan tentramnya berada di bawah naungan perlindungan sebuah keluarga.
Masa dimana qta tahu tidak semua teman sepaham dengan kita, mengerti kita, dan menerima kita. Bukan hanya sekedar hura2, hahahihi, senang2. Sudah lewat jaman tuk senang2. Sekarang...
Tiba masanya tuk dewasa dalam hidup, berpikir dalam berkarir serta penentuan masadepan. Hal-hal seperti itu hanyalah keluarga yg mampu membantu. Walaupun tak tahu dan tak mampu membantu, tapi dorongan spiritual dari keluarga itu sangatlah membantu .


Rasa syukur bersama keluarga seperti ini juga baru terasa setelah mengarungi dunia yg begitu luas. Sisi hitam putih dunia, baik buruk dunia, keabu abuan dunia hanya keluarga yg mampu memberi tameng itu semua. Walaupun sedikit aneh, unik tapi keluarga ini mampu memberi perlindungan bagi anggotanya agar tidak terombang-ambing mengarungi luasnya lautan dunia. Mampu berqiyamuhulbinafsihi tak tergoyahkan oleh ombak besar kejahatan, kemewahan, keglamoran, kedengkian, kesesatan..  tetap pada prinsip-prinsipnya dan tak tergoyah oleh arus manapun.
Inilah sebuah rumah yg walau kecil namun berdiri kokoh.
Dad, mom you success build the best household.
Keluarga ini tidak pernah bingung akan teknologi peralatan canggih perkakas rumah milik tetangga lain.
Keluarga ini tidak pernah terbakar api akan otomotif keren milik kolega.
Keluarga ini tidak pernah terbawa arus gadget yg kian marak dan semakin canggih
Keluarga ini tidak pernah mengurusi dan up to date brand2 pakaian, sepatu, tas, asesoris terkenal. Hanya terkadang membeli bila perlu bukan untuk sekedar show off, koleksi, ataupun hiasan.
Keluarga ini paling malas bila berurusan atau mengurusi tampilan luar, paras wajah, bentuk tubuh, gaya fashion,,,


Namun, ...
Keluarga ini selalu bawel bila salah satu anggota keluarganya urung tuk buka buku catatan sekolah
keluarga ini selalu cemas bila putra-putrinya tidak bisa masuk di sekolah favorit dan ternama di kotanya.
Keluarga ini selalu marah bila salah satu anggotanya mendapat nilai merah di rapor, ujian, atau hanya test biasa
Keluarga ini selalu panas bila melihat orang lain yg mendapat raihan tinggi dalam akademik.
Keluarga ini akan selalu bangga, buncah gembira dengan tangis haru bila putra putrinya mampu menunjukkan prestasi tertinggi di akademisinya


Ya, itulah keluarga ini. Keluarga yg sangat konsumtif dan kulineris. Keluarga yg repot mengurusi makanan anggotanya dan gundah bila anggotanya tidak mau makan padahal hanya sekedar untuk berdiet makan malam. Ya, itulah keluarga ini.
Rumah ini selalu ramai.
Ramai akan diskusi agama, perdebatan polemik dunia, share ilmu tentang keahlian dan hobi masing-masing,  mengkritisi kondisi dunia sekarang ini, kritisasi tentang film yg baru ditonton, atau ngobrol renyah sekedar ngegosipin artis, entertainer2 korea, variety show, drama, ataupun teman sekelas atau kôndisi sekolah atau bahkan ramai perolokan antar anggota keluarga. Semua bisa jadi topik dalam perbincangan keluarga ini.
Sungguh rasa syukur tidak dibesarkan di keluarga lain melainkan tumbuh di keluarga ini. Kritisisasi zaman dan tidak terbawa arus itu jarang ditemukan di rumah lain. Hal hal seperti ini baru terasa setelah 22 th lamanya.
Thank you for all member of this family.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

part 3

Guys, do you read it?

part 5