Regret in the Satisfaction
PROLOGUE... Angka-angka bergelayutan. Semua rumus benar-benar ada di luar kepala, tak bisa masuk ke dalam kepala. Tik... tik... tik... detik demi detik berjalan. Dalam hal ini waktu barat emas yang amat berharga walau satu detik pun. Mataku menyelidik satu per satu tulisan dalam kertas itu. Kucoba pecahkan trik tuk menemukan sebuah huruf A, B, C, D atau E. Otakku berputar-putar seperti komedi putar. Berputar 180 0 , 360 0 .... ah pening! Otakku yang pening tak bisa diajak tuk berkompromi. Tapi ku tak kehabisan akal. Kucari alternatif lain. Kugerakkan bola mataku ke kanan dan ke kiri. Ke atas dan ke bawah. Yak, sekarang bola mataku sedang berputar-putar bagai bola yang sedang mencari gawang. Fhu fhu fhu rupanya ini jurus jitu. Kutemukan trik itu tanpa membuat otakku pening tapi membuat mataku sedikit juling. Tapi ku hanya menemukan melalui mataku, belum memecahkannya. Psst... deg. Terdengar suara irih, sedikit canggung tapi penuh keberanian di tengah ketakutan. Ada yang mem...